Saat malam tiba dan saat aku memasuki ranah mimpi, aku merasa bahagia. Karena satu malam telah terlewati, itu berarti jumpa akan semakin dekat untuk menghampiri.
Jika kau siap dengan ku, siapkah pula kau untuk menikahi sepi, setia pada penantian hingga menunggu waktu untuk bercerai dengan jarak yang memisahkan kita?
Kamu tahu berapa banyak rindu yang kuhabiskan?
Mungkin, sebanyak rasa sayang yang dijumlahkan, kemudian dikalikan, lalu hasilnya dikuadratkan.
Tapi, mungkin itu terlalu rumit.
Kalau begitu, anggap saja rindu yang kuhabiskan ini tak terhingga jumlahnya.
Seharusnya jangan ku mulai perjalanan ini, aku sendiri tak punya peta untuk membawamu ke sana. Dimana di sana ada bahagia.
Kita seperti membuat janji di suatu tempat, lalu kita berjalan sendiri-sendiri, dan bertemu di tempat itu.
Lain halnya jika kita membuat janji di suatu tempat, lalu kita melakukan perjalanan itu bersama, dan saling menjaga. Kelihatannya itu memang lebih indah..
Lalu, kenapa kamu siap berjalan dengan aku?

